Jangan Paksa Anak Belajar Calistung!

 

Kursus MembacaApa tersebut calistung? Calistung ialah singkatan dari membaca, menulis, dan berhitung. Calistung merupakan pekerjaan anak belajar mengenal huruf dan angka. Tidak heran, tidak sedikit orangtua yang menyekolahkan dan memaksa anak mesti dapat calistung ketika duduk di pra sekolah. Apalagi sejumlah Sekolah Dasar (SD) mensyaratkan anak yang bakal masuk SD mesti dapat membaca, tetapi ternyata urusan tersebut tak baik untuk kondisi anak. Berdasarkan keterangan dari pengajar di Taman Bermain Pelangi, Yuwanita Eka Putri, mendorong anak supaya belajar khususnya belajar calistung bakal mengganggu perkembangannya, bahkan orangtua dapat melewatkan masa pertumbuhan anak yang sarat warna dengan bermain.

 

 

Tahapan perkembangan keterampilan calistung bukanlah kemampuan yang bisa begitu saja dikuasai anak. Terdapat keterampilan-keterampilan pengantar yang mesti dipunyai anak guna akhirnya dapat calistung sebagai modal menapaki edukasi setinggi-tingginya. Keterampilan pendahuluan, kata Yuwanita Eka Putri, diserahkan pada masa golden age. Yakni umur 0–6 tahun. Pada masa ini, sebetulnya benak anak sedang mudah-mudahnya menyerap informasi yang disaksikan dan dipelajari. Yuwanita mengatakan, guna usia 2–3 tahun, anak dapat mengikuti ruang belajar toddler. Di ruang belajar toddler 2 tahun, anak diajarkan bagaimana teknik bersosialisasi, bermain, dan memang konsepnya belum guna belajar. Sedangkan ruang belajar berikutnya, yaitu umur 3 tahun, anak telah diperkenalkan warna, angka 1–5, bentuk-bentuk datar, segitiga, dan sebagainya. Kemudian saat anak 4 tahun, ia mulai masuk Taman Kanak-kanak (TK) A serta masih diperkenalkan nama kendaraan transportasi, nama, unsur tubuh, sekolah, kesehatan, pantai, dan laut. Setahun kemudian, di TK B, cara belajarnya pun tidak jauh dengan TK A. Namun, dengan kendala yang berbeda. Jadi anak-anak umur 0–6 tahun ini diajarkan bermain dengan teman-temannya guna bersosialisasi agar anak tidak jadi pemalu. Ketika bertemu teman, anak menjadi riang dan tidak diam, kemudian menangis. Belajar Calistung Jika masa keemasan anak ini telah dilewati, barulah anak masuk ke langkah perkembangan keterampilan calistung. 1. Membaca Melihat gambar ialah bentuk menyimak yang sangat sederhana, semenjak usia 3–5 tahun pun, anak diinginkan sudah mempunyai ketertarikan untuk menyimak gambar, simbol, dan logo yang terdapat di sekitarnya. Karena itu, salah satunya anak memerlukan pencahayaan yang tinggi pada kitab bergambar. Pada umur 4–6 tahun, anak baru mulai diinginkan mampu menyimak gambar, simbol, dan logo. Misalnya menyaksikan gambar iklan di pinggir jalan atau menyaksikan logo supermarket, menyimak dengan pola ini diinginkan mulai dikuasai anak pada umur 5–7 tahun. Di samping mengenali format dan pola, anak pun harus dapat memegang kitab dengan baik serta dapat membalikkan dari kiri ke kanan. Keterampilan ini sangat bersangkutan erat dengan perkembangan kemampuan motorik anak.

2. Menulis Jauh sebelum anak dapat memegang pensil dengan baik, ia butuh belajar menjumput (memegang benda dengan telunjuk dan ibu jari). Ia perlu memahami bahwa tulisan tersebut mempunyai arti, pulang lagi dapat dikembangkan dengan memperlihatkan sekian banyak buku. 3. Berhitung Anak perlu mengetahui konsep berhitung bahwa satu guna satu benda (one-to-one correspondence), jadi sebelum mengajarkan menghitung satu-dua-tiga, ajarkan anak untuk menyalurkan satu benda guna satu orang atau satu benda ke dalam satu lubang (bisa menggunakan congklak). Seperti dilafalkan di atas, mengenali simbol tergolong angka baru diinginkan setelah anak berusia 4–6 tahun. Sementara guna les calistung, usahakan jangan diserahkan kepada anak di bawah umur 6 tahun. Jadi, usia berapa anak belajar menyimak dan menulis? Anak dapat belajar menyimak dan mencatat di umur 6–7 tahun, sebab di umur ini anak baru menjangkau kematangan sensorik dan motorik. Pada masa-masa itulah, anak benar-benar siap untuk mencatat dan membaca. Pada akhirnya seluruh anak pasti dapat membaca dan menulis, melulu waktunya yang barangkali berbeda-beda. Karena pertumbuhan tiap anak berbeda, terdapat yang dapat membaca pada umur 4 tahun atau saat usia 5 tahun. Jadi tidak boleh khawatir bila anak lain telah menguasai kemampuan tertentu, sedangkan anak kita belum.

Lihat kisaran usianya saja, tidak boleh memaksa belajar menyimak terlalu dini. Apabila dipaksakan untuk menyimak dan mencatat pada masa-masa belum siap, anak bakal mempunyai pengalaman yang tidak mengasyikkan serta hadir penolakan. Namun, saran ini tidak berlaku guna anak-anak yang memang mempunyai ketertarikan dalam menyimak dan mencatat yang paling tinggi. Apabila anak sudah paling tertarik, dapat mulai mengajarkan atau memasukkan ke lokasi les calistung. Sebelum ikut les, perhatikan teknik pengajarannya. Jangan sampai sesudah les, minat membaca, menulis, dan berhitung anak justeru menurun.

 

 

 

Leave a Comment